Jumat, 08 Februari 2019

Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner - Gina S. Noer






Judul buku : Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner
Penulis : Gina S. Noer
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2015
Tebal halaman : 219 halaman

Rudy Habibie atau dikenal sebagai presiden RI ketiga. Ia mempunyai impian besar akan membuat pesawat terbang, dan membangun industri pesawat terbang. Perjuangan Habibie dalam studinya di RWTH Aechen, Jerman sangatlah mengharukan karena sempat dijauhi oleh beberapa mahasiswa di sana, tetapi beliau tetap berusaha untuk melanjutkan perjalanan di Jerman.
Rudy Habibie dan dikenal menjadi pasangan romantic berkat kisah yang dituangkan dalam buku selanjutnya berjudul “Habibie dan Ainun”. Bagi Ainun, Rudy Habibie  disebut sebagai pekerja keras dan setia. Itu juga ia tunjukkan pada setiap cita-citanya. Rudy Habibie sangat menginspirasi semua kalangan terutama kalangan remaja dan dewasa.
Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari buku ini dan patut untuk kita tiru karena dalam kebaikan. Buku ini menginspirasi pembaca untuk menjadi sosok pemimpin yang setia dan bertanggung jawab. Meskipun berupaya keras mengejar cita-cita dan profesional terhadap pekerjaan namun tak lupa dengan keluarga, di samping ada istri yang sabar dan pandai memotivasi pasangannya.

Sabtu, 12 Januari 2019

My Idiot Brother - Agnes Davonar




Judul                 : My Idiot Brother                              
Pengarang         : Agnes Davonar
Penerbit            : Inandra Published
Tanggal terbit   : November, 2011
Tebal Buku       : 267 halaman   
                                                                                                                                                                                                                            
Buku berjudul “My Idiot Brother” ini, ditulis oleh seorang pengarang atau penulis buku bernama Agnes Davonar.Sebenarnya Agnes Davonar ini bukan hanya satu orang, melainkan dua orang yang berbeda, yaitu Agnes dan Davonar. Mereka adalah kakak beradik yang memulai kariernya dari sebuah blog.Kedua kakak beradik ini, sudah banyak menulis buku-buku dan tidak sedikit pula karya mereka yang telah diadaptasi ke layar lebar.
 Karya-karya sukses mereka juga ada banyak,salah satunya adalah buku ini.Di dalamnya diceritakan seorang gadis remaja berusia 13 tahun bernama Angel, yang memiliki seorang kakak bernama Hendra.Kakak Angel yang terlahir dengan keterbatasan mental ini, membuat Angel kerap kali merasa malu dan membencinya.Namun Hendra tidak merasa sakit hati, justru kakaknya itu malah sangat menyayangi Angel.
 Puncaknya saat hari ulang tahun teman Angel, beberapa hari sebelumnya Angel membeli kado dengan uang yang telah Hendra kasih padanya.Namun saat berangkat menuju pesta itu, Angel melupakan kadonya.Lalu Hendra yang melihat pintu kamar Angel terbuka,berniat menutupnya karena tidak ingin ada nyamuk yang masuk ke sana.Saat itulah Hendra melihat kado yang Angel tinggalkan, dan pergi menuju pesta ulang tahun itu tanpa sepengetahuan orangtuanya.
Buku ini sangat bagus untuk semua umur. Dengan ceritanya yang menginspiratif, buku ini membuat pembacanya merasakan apa yang dirasakan si tokoh dalam cerita.Sangat mengharukan, dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Namun, ada beberapa bahasa yang kurang baik untuk diceritakan, dan mungkin masih ada beberapa tanda baca yang belum sesuai dengan kaidahnya.
Buku ini sangat menghibur dan membuat banyak emosi muncul karena membaca buku ini. Beberapa kisah tambahan pula tersedia dalam buku yang telah banyak menumpahkan air mata para pembaca.Sangat menginspirasi dan memberikan berbagai makna kehidupan.



Salwa Luthfiyyah, Siswi Kelas X SMA Tunas Unggul
Kunjungi akun IG @salwaluthfiyy

Kamis, 29 November 2018

40 Days In Europe - Maulana M. Syuhada

Judul             : 40 Days In Europe
Penulis          : Maulana M. Syuhada
Penerbit        : Mizan Media Utama
Tahun Terbit : 2007


             Sebuah buku yang berjudul 40 Days In Europe ini merupakan hasil karya seorang siswa lulusan SMAN 3 Bandung dan ITB bernama Maulana M. Syuhada. Kini, ia melanjutkan pendidikannya di Techniche Universitaet Hamburg. Buku ini merupakan buku non fiksi, yaitu salah satu pengalaman dalam kehidupan sang pengarang.
                40 Days In Europe, bertema petualangan sebuah kelompok angklung mengharumkan nama indonesia di tanah eropa. Buku ini menceritakan mengenai 35 orang asal indonesia yang tidak pernah menyerah dalam membawa misi Expand Sound of Angklung. Walaupun didera banyak cobaan hingga dihadapkan ke pilihan yang sulit yaitu menggelandang di eropa atau berenang melewati selat inggris, mereka tidak pernah menyerah. Dalam buku ini, tidak hanya diceritakan saat mereka sudah berada di eropa saja. Tetapi, buku ini menceritakan sejak melayangkan surat mengenai ESA 2004 ke salah satu alumni KPA yang tinggal di Hamburg meminta bantuan, lalu mulai dari menghubungi kota-kota di Eropa untukmengadakan konser atau acara, mencari festival yang akan diikuti, mencari dana, bahkan hingga alat transportasi antar negara. Setelah itu semua, baru diceritakan sejak mereka tiba di eropa, mulai dari hari pertama hingga hari ke empat puluh. Latar dalam buku ini antara lain hari-hari ketika masih di Bandung dan sudah berada di eropa. Latar tempatnya yaitu berbagai negara dan kota di eropa
           Buku ini tidak hanya sekedar sebuah buku yang berisi tulisan. Tetapi buku ini juga mengajarkan hal-hal tentang hidup. Begitu banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari buku ini, seperti mngajarkan kita untuk sabar, pantang menyerah, dan kekompakan   
                Pada bagian awal bagi penulis ceritanya sedikit membosankan. Namun, secara keseluruhan buku ini sudah sangat baik. Gaya bahasa yang digunakan tidak rumit dan mudah dimengerti sehingga sesuai untuk umur remaja ataupun yang lebih tua. Kesimpulannya buku ini sangat menarik untuk dibaca dan begitu banyak pelajaran mengenai hidup yang dapat diambil dari buku ini.


Akbar Reza, Siswa kelas XI SMA Tunas Unggul yang juga seorang pebalap off roader
Ikuti akun IG @akbarreza1234

 
Design by Free WordPress Themes | Tata Letak oleh Mochamad Latif Faidah