Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

Sakura Berdarah (Chapter 3)



Hasil gambar untuk gambar orang hitam putih png

                                          https://pixabay.com/id/vectors/siluet-laki-laki-hitam-dan-putih-1789199/


     Klark mulai menyerang secara membabi buta, Harumi terlihat masih berdiri dengan kaki yang bergetar. Klark kemudian menyerang secara frontal dan hampir mengenai Harumi, keberuntungan sepertinya berpihak pada Harumi karena tidak terkena serangan frontal tersebut. Sebelum Harumi siap Klark langsung menyerang titik bagian fatal Harumi.
“Szzzt (dengan cepat)”
     Ryu sudah berada di hadapan Harumi dan menahan serangan dari Klark. Dengan santai Ryu menahan serangan Klark seolah-olah sedang menahan serangga. Klark langsung meyerang Ryu dengan tangan satunya lagi. Ryu menahan kembali dengan sangat mudah.
“Apa kau sudah selesai?”
“Cih, siapa kau?”
“Bukan siapa-siapa.”
“Kau beruntung kali ini, Harumi. Awas kau nanti.”
“A-apa kau baik-baik saja Ryu?”
“Lain kali jangan membuat masalah jika kau tidak bisa menanganinya.”
“Ba-baik.”
     Ryu kembali menuju kelas. Duduk sendirian di samping jendela menatap langit yang luas. Menatap dengan penuh makna yang dalam tapi penuh kekosongan. Ryu berdiri lalu berjalan keluar kelas melewati lorong gedung yang sepi, beberapa kelas terlewati dan akhirnya terhenti di ujung lorong. Mengingat kembali saat bertemu terakhir kalinya di sekolah ini dengan orang yang disayangi. Tamat.



 Itu yang tertulis olehku di sebuah website yang kusukai. Cerita yang sangat pendek tapi mengingatkan diriku sendiri. Nama Dava yang terukir di dalam diriku saat aku terlahir.


     Aku berdiri dari meja dan menuju ke bawah mengambil beberapa minuman dingin untuk menyegarkan tubuhku. Berjalan keluar melewati dapur dan menatap langit. Terlelap dalam malam yang berbintang, matahari bangkit dari tempatnya menyinari bumi ini. Terbangun dari tidur yang terasa singkat. Bersiap-siap menuju sekolah, setelah itu aku berangkat ke sekolah. Seseorang menyapa saat aku berjalan, “Dav, apa kau sudah menyelesaikan tugas hari ini?”.

     
     Aku hanya mengangguk dengan lambat lambat. Setelah beberapa saat Mark membuka topik tentang bunga sakura yang indah. Tidak terasa bahwa sekolah sudah di depan mata. Mark langsung masuk ke dalam dan menarik kursi lalu duduk. Pelajaran di mulai dengan cepat, aku lirik langit yang berseberangan dengan jendela. Terlihat pohon sakura yang mekar dan terlihat berwarna merah muda. Saat mengalihkan pandangan terjadi sesuatu dan....




Bersambung.....

Jumat, 31 Januari 2020

NADIRA: Chapter 1






01

Nadira Angelica, Seorang gadis berambut panjang yang sedang berjalan di lorong sekolah nya. Namun tiba-tiba seorang temannya menabrak dengan sengaja sambil tertawa, Nadira tidak berniat untuk membalasnya dan kembali berjalan menuju kelas bernyanyi yang sebentar lagi akan segera dimulai.

             Dengan merdu Nadira bernyanyi dan sampailah Nadira di lirik akhir, “Nadira kamu sudah sangat baik dalam bernyanyi, sekarang kamu boleh pulang dan beristirahat” ujar Pak Rudi guru vokalnya. “Baik pak terimakasih” balas Nadira seraya meninggalkan ruangan musik itu. Sepanjang jalan pulang Nadira hanya melamun, tidak jelas memikirkan apa.

                                                                        ***

             Malam ini Nadira sedang duduk dan melamun di balkon rumahnya, tanpa disadari setetes air mata meluncur begitu saja melewati pipinya yang sangat lucu itu, “Kurang baikkah aku kepadanya?” Nadira bertanya pada diri sendiri, dia teringat akan perlakuan salah satu temannya yang sangat menyakiti hatinya.
             Bruk!
             Seorang gadis terjatuh tidak sengaja tertabrak  Nadira yang saat itu sedang berjalan di area sekolah. Nadira panik dan langsung membantu gadis itu untuk berdiri. Ternyata gadis itu adalah Citra, dia teman yang menyebalkan. Citra sering mencurahkan isi hatinya kepada Nadira tentang masalah-masalahnya. Namun, sikap Citra seringkali menyakiti hati Nadira walaupun tujuannya hanya untuk sekadar  bercanda. Tapi, Nadira belum bisa menerima bahkan sampai saat ini. “Aduuh Citra maaf banget aku tadi buru-buru soalnya udah ditunggu sama yang jemput” ucap Nadira merasa bersalah, “Maaf, maaf sakit tau!” balas Citra meringis pelan karena sakit yang ia rasakan.
             “Yaudah aku cariin obat dulu ya, kamu tunggu di sini” titah Nadira yang langsung meninggalkan Citra. Beberapa menit kemudian, Nadira datang membawa beberapa obat untuk mengobati Citra. “Sini Citra, aku obtain dulu, mana yang sakit?” tanya Nadira dengan lembut kepada Citra. “Udahlah gak usah! Sama aku aja!” ketus Citra seraya mengambil obat-obatan itu dari tangan Nadira dengan kasar. “Udah sana pulang, ngapain masih disini?” bentak Citra. Sambil menahan tangis, Nadira berdiri. “Yaudah, sekali lagi aku minta maaf”. Setelah itu Nadira pergi meninggalkan Citra. Masih tersimpan rasa bersalah dan rasa sakit hati di dalam benak Nadira.
              Sesampaionya dirumah, ponsel Nadira berbunyi menandakan ada pesan masuk. Tertulis di situ nama dari si pengirim pesan. Itu Citra.



Citra J : WOI ! SAKIT NIH KAKI AKU !
                                                                                   Nadira Angelica :  Yah L sakit banget emang ?               Maaf yaa… Aku gak sengaja tadi
Citra J : SEGAMPANG  ITU?         
Nadira Angelica :  iya aku bener bener minta maaf, aku gak sengaja, mau maafin aku? 
Citra J : G.

Jleb!
Hati Nadira terasa begitu sakit menghadapi temannya yang satu ini. Seribu kebaikan yang diberikan Nadira sebelumnya terlupakan dengan satu kesalahan dia waktu itu, dan itu tidak sengaja.




TO BE CONTINUED....


Tinggalkan jejak yaa !

Fadillah Rahmania

Kamis, 31 Oktober 2019

Sakura Berdarah (chapter 2)



     Seseorang dengan membawa blade kini telah masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. Ryu  dan Orochi langsung mengunakan CID—alat untuk membuat senjata dari partikel. CID akan membentuk senjata dari partikel–partikel sekitar, sehingga lebih efisien dan disesuaikan dengan penggunanya. Setelah memakai CID, Ryu mengeluarkan pedang katana yang sangat bagus, pedang katana itu sangat ramping, ringan, dan sangat-sangat tajam. Suasana menghening dan Ryu tidak bergeming sama sekali. 

“Hahaha, kau berani mengganggunya. Dia Ryu Sang Dewa Kematian, sebentar lagi kau akan mati.”
Ryu langsung mengarahkan pedangnya kepada orang itu.
“SLAAASH”
Hanya seketika pembunuh itu sudah tidak memiliki kepala lagi dan darah mulai membanjiri lantai.

“Astaga, kau masih seperti dulu. Tak pernah melepasakan mangsa dan orang yang mengganggumu. Tapi sayang kau tidak memberikanku kesempatan menyiksanya.”
“Jangan bicara omong kosong, aku ditugaskan untuk menjaga sekolah ini dan memusnahkan organisasi gelap. Kepala organisasi sudah menugaskanku untuk membantumu juga.”
“Baiklah, agar kita mudah berkomunikasi aku akan menenmpatkanmu di kelas 10-AZ”
“Jangan lupa kodenya adalah serigala putih”

Setelah itu Ryu pergi ke kelasnya dan setelah sampai ke kelas guru menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.

“Semuanya kita kedatangan murid baru. Tolong perkenalkan diri.”
“Halo, namaku Ozora Ryu, tolong bantuannya.”

      Para siswa dan siswi mulai membicarakan Ryu. Dan guru itu bernama Lani dan Bu Lani mempersilahkan Ryu duduk. Seperti biasa Ryu memilih kursi di ujung dan cukup dekat dengan jendela. Di sebelah kanan Ryu duduklah seorang gadis bernama Ozora Harumi, dia adalah salah satu bunga sekolah. Gadis itu berambut pirang, memiliki wajah yang cantik, bulu mata yang lentik, dan memiliki kulit putih yang halus dan lembut. Gadis itu kira-kira berumur 16 tahun.

“Mmm, apakah…aku boleh…berteman…denganmu.”
“……”
Ryu tidak menjawab sama sekali. Gadis itu mulai malu dan agak ketakutan. Ryu meliriknya dan berbicara padanya.

“Hahh, baiklah. Siapa namamu?”
“Se-sepertinya nama keluarga kita sama dan na-namaku  Ozora Harumi.”

“Deg,deg.” Itu membuat Ryu mengingat kejadian kelam hidupnya. Seketika Ryu langsung terdiam, gadis itu terdiam karena tidak tahu harus apa. Lalu guru pelajaran bela diri datang dan memecahkan keheningan seketika. Guru itu berbicara di depan kelas dan mengajak kami menuju gedung pelatihan. Semua siswa mulai menaiki eskalator dan mereka memasuki gerbang--untuk mengganti pakaian secara otomatis. Ryu melewati gerbang itu dan memakai pakaian khusus. Tidak berselang lama mereka tiba.

“Baik, semuanya saya adalah pelatih tempur kalian dan nama saya Karl. Sekarang kalian boleh mencoba mengeluarkan senjata sesuai karakteristik kalian dengan CID. Baju tempur kalian juga akan menyesuaikan dengan kekuatan kalian.”

     Semua siswa mencoba menggunakan CID, ada beberapa siswa yang kesulitan. Ryu hanya melihat yang lain, lalu terlihat Harumi sedang diajak untuk berduel dengan seorang laki-laki. Tiba-tiba siswa tersebut mengajukannya ke Pak Karl, lalu diijinkanlah duel tersebut. Sudah terlihat jelas bahwa laki-laki itu akan menang dengan telak dan bahkan Harumi tidak ada kesempatan karena Harumi sama sekali belum membangkitkan senjatanya.
 Semua bersorak dan mendukung siswa laki-laki itu dan semua orang memanggil namanya.

“Klark,Klark,Klark,Klark,Klark.”
Ryu hanya duduk di kursi penonton sambil menutup mata dan tidak menghiraukan semuanya.

“Tiiiing,Tiiing,Tiiing.”
Tanda pertarungan di mulai,semua bersorak dengan semangat untuk meyemangati Klark.



                                                                                                                                         Bersambung…                                                 

Rabu, 02 Oktober 2019

Sakura Berdarah (Chapter 1)


                                                                     Ilustrasi: Steemit.com

    Tahun 2035 Jepang mulai menjadi negara yang memiliki teknologi termutakhir di dunia. Negara Jepang masih memiliki taman bunga sakura yang rimbun. Namun biasanya di Jepang para kelompok atau organisasi gelap dari belahan dunia banyak yang bersembunyi di Jepang. Di sebuah sekolah SMA, bernama SMA 24AB yang merupakan salah satu SMA terfavorit di Kota Tokyo. SMA 24AB memiliki luas tanah sebesar 3 hektare yang terdapat 1.000 siswa di sana dan disana terdapat fasilitas Simulator Medan Tempur. SMA 24AB bertujuan melatih agen baru -- untuk melawan organisasi gelap. Biasanya SMA 24AB melatih siswa menggunakan komputer dan persenjataan teknologi tinggi.
     Terdapat sebuah rumah yang berwarna putih , memiliki teknologi rumah termutakhir di dunia, dan memiliki halaman serta taman  yang cukup luas. Di dalam rumah itu terdapat seorang laki-laki berumur sekitar 18 tahun yang sedang duduk di sofa, ia memakai baju berwarna hitam, memiliki rambut yang rapi, wajah yang sangat tampan, dan ia memiliki tatapan mata yang tajam. Dia terus memperlihatkan mata yang sangat tajam, seperti tatapan kosong yang tak berujung. Laki-laki itu masih meminum teh yang masih panas dengan sebuah kue, dan laki-laki itu bernama Ozora Ryu.
     Seperti biasa awal masuk sekolah sangat membosankan, Ryu langsung menuju ke ruangan kepala sekolah. Sebenarnya Ryu adalah Agen tingkat SS--tingkat tertinggi. Dan diperintahkan untuk menjaga sekolah itu karena sekolah itu merupakan incaran berbagai organisasi gelap di belahan dunia --Internasional. Di ruangan kepala sekolah Ryu langsung melapor.

“Hei, sepertinya sudah lama kita tak bertemu. Benarkan Orochi.”
“Hmmh, sepertinya kau tak lupa dengan sahabatmu ini.”
“Hahahaha (dengan suara kecil),bagaimana aku lupa denganmu kawan. Kita yang sudah membantai 3 Organisasi gelap saat tiga tahun lalu.”
“Tugas apa yang diberikan kepala organisasi padamu?”
“Tugasku adalah….”

Tiba – tiba ada seseorang yang memecahkan jendela, “Kraang” .     
         
                                                                     Bersambung…               

Minggu, 15 September 2019

Wattpad & Webtoon, Positifkah? Introduction: Kreativitas Imajinasi dengan Cerbung






Imajinasi manusia tidaklah terbatas menurut ia sendiri. Hanya Tuhan yang mampu membatasinya.

Tak sedikit di era serbadigital ini, sahabat Reaksi! yang sampai pada laman ini mungkin sudah tak asing dengan penyedia laman cerita secara bebas dan gratis, Wattpad!

Laman tersebut memberikan kemudahan bagi siapapun yang ingin mengakses cerita dengan membaca, membagikan (share), bahkan membuat suatu tulisan yang umumnya cerita -tanpa batasan jumlah kata/karakter- secara bebas. Telah banyak penulis di Wattpad yang konsisten hingga karyanya diadaptasi menjadi media novel hingga film. 

Seiring dengan kemudahan dan kebebasan berekspresi tersebut nyatanya disadari dan dimaanfaatkan utuh oleh para penikmat cerita (fiksi). Sebagian bermula dari tamasya keluar dari buku fisik ke bacaan digital atau sekadar mengikuti tren topik-topik seru seputar persahabatan, misteri, juga tentunya, asmara -atau yang disebut anak zaman now- 'bucin'. Hingga kini penulis belum yakin dengan makna dan maksud kata 'bucin' itu sendiri, hah.... Namun, kini selain Wattpad, Webtoon yang lebih dulu hadir dengan serial dibubuhi animasi nyatanya menjadi penyalur ekspresi keresahan, kegamangan, kegalauan, hingga sarana seseorang menjadi populer dengan karya.

Alasan terakhir penulis tersebut merupakan kewajaran, bila kita bandingkan dengan tren remaja kekinian yang cenderung stuck dengan suatu aktivitas saja, semisal membuka media sosial memantau time line, scroll terus menerus, membaca dan turut komentar postingan orang lain, dan membagikan aktivitas harian yang berharap ada respon dari orang yang diharapkan. Juga remaja yang kebal, maaf, pantat dan mata berjam-jam, seharian di depan layar radiasi dengan misi menuai rekor dan menjadi personil e-sports atau gamer dunia. Penulis tak bermaksud anti dengan hal-hal itu, namun kenyataannya dunia kini seakan menjamin hak remaja dengan alasan-alasan tersebut. Namun, penulis berpandangan kitalah yang seharusnya mengontrol gadget bukan justru sebaliknya.

Oleh karena itu, kembali ke pembahasan Wattpad/ Webtoon mania tadi hehe, ini setidaknya lebih produktif. Jenis karya yang ada di dalamnya berupa cerbung (cerita bersambung) yang selalu kita nantikan episode (chapter) berikutnya karena penulis berhasil membuat kita penasaran dan excited, mungkin.Ya, aktivitas yang memacu imajinasi kita -dengan membaca cerita, apalagi kita sendiri yang membuat cerita- akan merangsang sel-sel otak menjadi aktif, menjadikan kita lebih hidup layaknya manusia yang berpikir. Betul, hidup ini semakin rumit dengan masalah-masalah yang hadir, sehingga sejak dini (remaja) otak dan hati perlu dirangsang karena selalu ada makna atau pelajaran di setiap kisah yang kita baca.

Satu hal terpenting! Sebagai umat beragama yang mengedepankan keimanan & ketakwaan, nilai-nilai yang tak sesuai cukuplah kita apresiasi saja, jangan sampai kisah Wattpad/ Webtoon yang dibaca seolah hadir dalam kehidupan nyata kita. 
Ingat, kita sendirilah yang menentukan skenario hidup!

Oleh karena itu, tidak setiap kisah baik dan bermanfaat, setelah membacanya kamu harus berdiskusi dengan orang tua, kakak, atau guru di sekolah. Apakah kisahnya yang dibaca baik? Bermanfaat? Bisa diambil hikmah dalam kehidupan kita sehari-hari? So, sebelum mengapresiasi dan menulis karya yang terinspirasi dari kisah-kisah di Wattpad atau Webtoon kamu wajib lho bertukar ide dulu terutama dengan guru bahasa yang paham teknik penulisan agar kisah kamu seru, menarik, tapi tetap berfaedah. nah, betul itu!

Dengan dasar itulah Reaksi 2019-2020 meluncurkan RUBRIK CERBUNG di laman SASTRA. Ini untuk menampung ide, kreativitas bercerita yang pasti banyak dimiliki siswa SMP-SMA Tunas Unggul tapi masih banyak yang enggak tau, hehe. Yuk, yang punya ide nulis cerita tapi galau, bingung, takut dan sebagainya, datang ke perpus atau diskusi sama penulis dan personil Rekasi! dijamin karya kamu keren dan berfaedah! Bagi yang ingin membuat tulisan seperti ini (esai) juga boleh diposting di sini. Gak cuma siswa, guru juga boleh kok, Mantap!

So, semangatlah membaca, semangatlah menulis, semangatlah belajar dari banyak kisah kreasi anak manusia di muka bumi ini. Salah satunya Cerbung Reaksi!


Penulis,
Panggih Cahtyo Setiaji, S.Pd. 
(Penghuni Perpus yang juga Wali Kelas 8 W dan Pembina Reaksi!)

Silakan baca cerbung pertama kami... (klik judul di bawah ini)
Sakura Berdarah (Chapter 1)

 
Design by Free WordPress Themes | Tata Letak oleh Mochamad Latif Faidah