Imajinasi manusia tidaklah terbatas menurut ia sendiri. Hanya Tuhan yang mampu membatasinya.
Tak sedikit di era serbadigital ini, sahabat Reaksi! yang sampai pada laman ini mungkin sudah tak asing dengan penyedia laman cerita secara bebas dan gratis, Wattpad!
Laman tersebut memberikan kemudahan bagi siapapun yang ingin mengakses cerita dengan membaca, membagikan (share), bahkan membuat suatu tulisan yang umumnya cerita -tanpa batasan jumlah kata/karakter- secara bebas. Telah banyak penulis di Wattpad yang konsisten hingga karyanya diadaptasi menjadi media novel hingga film.
Seiring dengan kemudahan dan kebebasan berekspresi tersebut nyatanya disadari dan dimaanfaatkan utuh oleh para penikmat cerita (fiksi). Sebagian bermula dari tamasya keluar dari buku fisik ke bacaan digital atau sekadar mengikuti tren topik-topik seru seputar persahabatan, misteri, juga tentunya, asmara -atau yang disebut anak zaman now- 'bucin'. Hingga kini penulis belum yakin dengan makna dan maksud kata 'bucin' itu sendiri, hah.... Namun, kini selain Wattpad, Webtoon yang lebih dulu hadir dengan serial dibubuhi animasi nyatanya menjadi penyalur ekspresi keresahan, kegamangan, kegalauan, hingga sarana seseorang menjadi populer dengan karya.
Alasan terakhir penulis tersebut merupakan kewajaran, bila kita bandingkan dengan tren remaja kekinian yang cenderung stuck dengan suatu aktivitas saja, semisal membuka media sosial memantau time line, scroll terus menerus, membaca dan turut komentar postingan orang lain, dan membagikan aktivitas harian yang berharap ada respon dari orang yang diharapkan. Juga remaja yang kebal, maaf, pantat dan mata berjam-jam, seharian di depan layar radiasi dengan misi menuai rekor dan menjadi personil e-sports atau gamer dunia. Penulis tak bermaksud anti dengan hal-hal itu, namun kenyataannya dunia kini seakan menjamin hak remaja dengan alasan-alasan tersebut. Namun, penulis berpandangan kitalah yang seharusnya mengontrol gadget bukan justru sebaliknya.
Oleh karena itu, kembali ke pembahasan Wattpad/ Webtoon mania tadi hehe, ini setidaknya lebih produktif. Jenis karya yang ada di dalamnya berupa cerbung (cerita bersambung) yang selalu kita nantikan episode (chapter) berikutnya karena penulis berhasil membuat kita penasaran dan excited, mungkin.Ya, aktivitas yang memacu imajinasi kita -dengan membaca cerita, apalagi kita sendiri yang membuat cerita- akan merangsang sel-sel otak menjadi aktif, menjadikan kita lebih hidup layaknya manusia yang berpikir. Betul, hidup ini semakin rumit dengan masalah-masalah yang hadir, sehingga sejak dini (remaja) otak dan hati perlu dirangsang karena selalu ada makna atau pelajaran di setiap kisah yang kita baca.
Satu hal terpenting! Sebagai umat beragama yang mengedepankan keimanan & ketakwaan, nilai-nilai yang tak sesuai cukuplah kita apresiasi saja, jangan sampai kisah Wattpad/ Webtoon yang dibaca seolah hadir dalam kehidupan nyata kita.
Ingat, kita sendirilah yang menentukan skenario hidup!
Oleh karena itu, tidak setiap kisah baik dan bermanfaat, setelah membacanya kamu harus berdiskusi dengan orang tua, kakak, atau guru di sekolah. Apakah kisahnya yang dibaca baik? Bermanfaat? Bisa diambil hikmah dalam kehidupan kita sehari-hari? So, sebelum mengapresiasi dan menulis karya yang terinspirasi dari kisah-kisah di Wattpad atau Webtoon kamu wajib lho bertukar ide dulu terutama dengan guru bahasa yang paham teknik penulisan agar kisah kamu seru, menarik, tapi tetap berfaedah. nah, betul itu!
Oleh karena itu, tidak setiap kisah baik dan bermanfaat, setelah membacanya kamu harus berdiskusi dengan orang tua, kakak, atau guru di sekolah. Apakah kisahnya yang dibaca baik? Bermanfaat? Bisa diambil hikmah dalam kehidupan kita sehari-hari? So, sebelum mengapresiasi dan menulis karya yang terinspirasi dari kisah-kisah di Wattpad atau Webtoon kamu wajib lho bertukar ide dulu terutama dengan guru bahasa yang paham teknik penulisan agar kisah kamu seru, menarik, tapi tetap berfaedah. nah, betul itu!
Dengan dasar itulah Reaksi 2019-2020 meluncurkan RUBRIK CERBUNG di laman SASTRA. Ini untuk menampung ide, kreativitas bercerita yang pasti banyak dimiliki siswa SMP-SMA Tunas Unggul tapi masih banyak yang enggak tau, hehe. Yuk, yang punya ide nulis cerita tapi galau, bingung, takut dan sebagainya, datang ke perpus atau diskusi sama penulis dan personil Rekasi! dijamin karya kamu keren dan berfaedah! Bagi yang ingin membuat tulisan seperti ini (esai) juga boleh diposting di sini. Gak cuma siswa, guru juga boleh kok, Mantap!
So, semangatlah membaca, semangatlah menulis, semangatlah belajar dari banyak kisah kreasi anak manusia di muka bumi ini. Salah satunya Cerbung Reaksi!
Penulis,
Panggih Cahtyo Setiaji, S.Pd.
(Penghuni Perpus yang juga Wali Kelas 8 W dan Pembina Reaksi!)
Silakan baca cerbung pertama kami... (klik judul di bawah ini)
Sakura Berdarah (Chapter 1)


22.07
Reaksi SMP TU

